Manfaat Pupuk Mikro


Jangan pernah abaikan pupuk mikro organik karena selain untuk meningkatkan hasil pertanian dan memperbaiki hara tanah pupuk micro organik juga sebagai antibodi tanaman terhadap serangan hama penyakit. Meski hanya diperlukan sedikit, tapi tanpa kehadirannya, tanaman tidak akan mencapai pertumbuhan optimum. Layaknya makanan, unsur hara dalam tanah begitu penting perannya bagi pertumbuhan tanaman. Petani kita kebanyakan masih mengandalkan pupuk konvensional seperti urea, SP36, KCL maupun ZA, padahal pupuk tersebut hanya memenuhi sebagian unsur hara makro saja seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) atau Sulfur (S). Padahal setiap tanaman membutuhkan banyak unsur hara makro dan mikro yaitu Hara Makro C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S dan Hara Mikro Fe, Mn, Mo, B, Cu, Zn, dan Cl. Bila semua unsur tersebut tidak mencukupi maka tanaman akan tumbuh tidak normal.

Tanah Miskin

Executive Director Indonesian Center For Biodiversity and Biotechnology (ICBB) itu memaparkan, sebenarnya secara alami unsur mikro terkandung di dalam tanah. Namun secara awam sulit sekali mengetahui seberapa besar kandungannya. Apalagi jika tanah tersebut sudah digunakan sebagai media tanam terus menerus. “Ada beberapa unsur mikro yang jumlahnya sangat sedikit dan digunakan untuk mengusahakan tanaman selama bertahun-tahun. Unsur mikro pasti habis, dan ketika itu terjadi, pemupukan tidak bermanfaat lagi,” ungkapnya.

Ketika pemupukan dengan unsur makro N, P dan K (Urea, SP18, KCl) sudah dilakukan sesuai aturan, tapi produksi tetap stagnan, “Pasti ada sesuatu yang hilang di dalam tanahnya,” tandas Andreas. Dalam kondisi tersebut, imbuh Andreas, bisa dipastikan ketersediaan unsur mikro sudah jauh dari ideal.

Lebih jauh dosen kesuburan tanah, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB ini menjelaskan, tanah gambut dan tanah ber-pH rendah atau masam adalah contoh tanah miskin unsur mikro. “Banyak unsur mikro pada tanah -tanah tersebut yang berubah menjadi tidak tersedia bagi tanaman,” jelasnya.

Kebutuhan Unsur Mikro

Unsur mikro hanya dibutuhkan sedikit dalam siklus budidaya tanaman. Besi (Fe) contohnya, cuma diperlukan sebanyak 30 gr per ton tanaman. Begitu juga klorin (Cl), mangan (Mn), dan boron (Bo). Masing–masing dibutuhkan 30 gr, 15 gr, dan 6 gr per ton tanaman. Atau juga seng (Zn) 6 gr, tembaga (Cu) 1,8 gr, dan molibdenum (Mo) 0,03 gr.

Tanaman padi yang kekurangan unsur mikro, menurut Andreas, memperlihatkan pertumbuhan tidak normal. Unsur besi misalnya, bertanggung jawab dalam pembentukan klorofil dan terlibat proses fotosintesis. Bila jumlahnya tidak mencukupi, daun menguning dan tanaman cenderung kerdil.

Lain lagi Mn dan Zn yang berperan dalam metabolisme dan pembentukan enzim tanaman. Kekurangan Mn bisa diketahui dari adanya bercak di pucuk daun muda atau banyaknya daun yang layu. Sedangkan kekurangan Zn tampak pada daun tua yang dipenuhi bintik kuning atau cokelat. “Kalau sudah begitu, sulit mengharap tanaman dapat mencapai potensi hasil maksimal karena pertumbuhan vegetatif dan generatifnya sudah terhambat,” tambah Andreas.

Karena itu, pakar ilmu tanah tersebut menyarankan agar tidak mengesampingkan penggunaan pupuk mikro. Syukurlah, saat ini pupuk mikro mudah ditemukan di pasaran karena banyak produsen yang mengemas pupuk NPK dengan tambahan unsur mikro. Pupuk lengkap seperti ini biasa disebut pupuk majemuk.

Sekian pengenalan mengenai manfaat Pupuk Mikro Organik semoga dapat menambah wawasan kita dalam memilih pupuk yang baik.

Tinggalkan komentar anda untuk tulisan ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: