Memukul Anak Bukan Cara Terbaik Ajarkan Kedisiplinan


Kekerasan orang tua terhadap anak

BELAKANGAN, kasus kekerasan orangtua terhadap anak makin banyak terjadi seperti dimuat di banyak media massa. Sampai kapanpun, memukul anak tak akan bisa menjadi cara terbaik untuk mendisplinkannya.

Orangtua memaksa anak untuk selalu mematuhi aturan yang dibuatnya. Jika tidak, orangtua tidak akan segan melayangkan pukulan. Tentu saja, cara asuh seperti ini bisa memberi dampak buruk bagi perkembangan psikologis anak. Terlebih, masa kanak-kanak sudah sepatutnya menjadi masa yang menyenangkan. Masa di mana mereka bebas menyalurkan pendapatnya.

Sejatinya, anak merupakan pemberian Tuhan yang sangat berharga dan wajib dijaga. Mereka harus diajarkan mengenai berbagai hal, dan tidak dipaksa untuk takut terhadap orangtua. Kekerasan—dalam hal ini pemukulan—terhadap anak bukanlah contoh yang baik.

Menyibak alasan Anda tidak boleh memukul anak, berikut seperti dirangkum Allwomanstalk.

Mengirimkan pesan bahwa memukul anak tidak masalah

Dengan memukul anak, itu sama saja Anda mengirimkan pesan pada anak bahwa memukulnya bukanlah masalah. Mereka cenderung berpikir bahwa solusi setiap masalah adalah memukul si pembuat masalah. Sayangnya, tanpa disadari banyak orangtua menyarankan orangtua lainnya untuk tidak memukul anak, justru sering melakukannya ketika mendapati anak mereka berbuat keliru.

Tindakan Anda akan membekas hingga si kecil tumbuh dewasa nantinya. Ia tak akan segan memukul anaknya (cucu Anda) seperti yang Anda lakukan terhadapnya. Sudah sepatunya orangtua menjadi teladan yang baik dalam berbagai hal.

Bukan cara terbaik untuk mendisiplinkan anak

Bila Anda berpikir bahwa mendisiplinkan anak bisa dengan memukulnya, maka anggapan ini perlu Anda ubah. Memukul tidak akan pernah berhasil mendisiplinkannya. Karena sesungguhnya, ada cara lain untuk mendisiplinkan anak, yakni lewat jalan diskusi. Namun, hasil kedisiplinan yang Anda terapkan juga akan tergantung pada si kecil, karena setiap anak tidak merespon dengan cara yang sama.

Tidka diperkenankan dalam undang-undang

Undang-Undang KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) bicara soal perlindungan terhadap anak-anak dan menjaga mereka dari tindak kekerasan. Anak-anak terlalu kecil untuk menghadapi orang dewasa. Terlebih bila terlibat dalam kontak fisik, mereka tak akan bisa bertindak.

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian orang dewasa merasa unggul bila mereka dapat menunjukkan kekuatannya pada kaum yang lemah. Bila anak Anda termasuk pihak yang lemah, maka sudah sewajibnya Anda melindunginya, bukan?

Tidak memecahkan masalah

Jika orangtua memukul anak untuk membuktikan suatu hal, nyatanya cara ini tidak membuktikan apapun, selain dominasi dan kekuasaan. Anak-anak memang perlu tahu kesalahannya, tetapi memukul tidak benar-benar menjelaskan kesalahan tersebut kepada mereka. Untuk mengingatkan kesalahan, Anda perlu membahasnya lebih dalam dengan si kecil.

Comments
One Response to “Memukul Anak Bukan Cara Terbaik Ajarkan Kedisiplinan”
  1. Dani mengatakan:

    betul tu betul😀

Tinggalkan komentar anda untuk tulisan ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: